Archive for April, 2006

wal mart

Tuesday, April 25th, 2006

Walmart"Wal Mart, The High Cost of Low Price".

Judul film ini sepintas kaya tag line iklan property nggak sih? Anyway, bareng Citra nonton film ini di Oktober Gallery, sekitar Russel Square (kenapa juga tempat itu namanya Oktober Gallery, kenapa nggak January Gallery, kan rhyme-nya bagus gituuuh?). Dokumenter ini, seperti The Corporation, bikin kita mikir "Gila ya, kok tega orang-orang itu mengeksploitasi karyawan dan tipu sana-sini demi nambah keuntungan setengah persen? Kan bos-bos Wal Mart itu udah pada kaya raya… CEO-nya aja punya jet pribadi!"

Bayangin kerja di korporasi tanpa tunjangan kesehatan, uang lembur sering nggakAsda_mnack07_1 dibayar, kalau protes ancamannya dikeluarin. Bete nggak sih? Itu karyawan Wal Mart di Amerika, masih mending. Lah, buruh pabrik di Cina, Bangladesh dan Honduras yang bikin barang untuk dijual di Wal Mart lebih ngenes lageee… Kerja rodi 7 hari seminggu, dari jam 8 pagi sampai 10 malam, tidur di asrama kayak ‘kotak sabun’, gajinya yang perhari nggak sampai 3 USD itu masih dipotong bayar asrama, listrik & air. Mendingan nyangkul di sawah!

Setelah tahu gimana mereka mengeksploitasi karyawannya sebegitu rupa, masih tega nggak belanja di Wal Mart, yang di UK berbaju ASDA?

shakespeare on saturday

Saturday, April 22nd, 2006

Shakespeare_globe Yeah! Puas… Setelah selama ini kalau naik sepeda sepanjang Bankside cuma bisa mereka-reka, "Kayak apa ya dalemnya Shakespeare’s Globe Theatre itu?", akhirnya hari ini masuk kesana. Nggak cuma itu, sebelum masuk teaternya selama 2 jam penuh ada ‘guided walk’, jalan menyusuri situs-situs yang terkait sama hidup dan karya sastrawan Inggris ini.

Perjalanan dimulai dari mencari "Dimanakah Lynette chruch itu?", ini adalah starting point tempat ngumpul dengan anggota rombongan lain. Ancer-ancernya Shakespeare_005cuma di dekat Liverpool Street Station. Berdua Citta, kami menyusuri jalan-jalan di sekitar situ sampe kiamat juga nggak akan ketemu si gereja Lynette itu karena ternyata salah dengar! Nama gereja yang sesungguhnya kami cari adalah St. Leonard Church! Jauuuuh deeeeh…

Dari sana setiap anggota rombongan diberi setangkai mawar, dan mulailah jalan. Ternyata ini mirip jalan nyari harta karun. Kami dikasih kertas, berisi daftar Shakespeare_022 tempat mesti kemana aja dan petunjuk jalan tertulis. Di setiap akhir petunjuk jalan, ada cerita ringkas arti tempat itu bagi Shakespeare dan satu-dua kalimat sonetnya. Wah.. seru banget! Jadi inget masa pramuka dulu!

Di tengah jalan tiba-tiba kok rasanya ada yang merogoh back pack nih… Spontan saya nengok ke belakang, dan seorang perempuan memang merogoh tas, mengambil HP, lalu lari ke jalan! Di kejar dooong… sambil teriak "SHE TOOK MY Shakespeare_030PHONE!!" Kita tarik-tarikan HP di tengah jalan. Saya menang. HP kembali di tangan. Lalu perempuan itu mulai baca sajak dari sonetnya Shakespeare! Kali ini tentang trust. Wah… ternyata dia aktris! Dan sengaja ‘mencopet’ sebagai bagian dari acara kita.. ckckck!

Shakespeare_013Perjalanan tentunya berakhir di Shakespeare’s Globe Theatre, teater kuno yang di desain tahun 1599 dan di renovasi di abad ke-18. Teater open air ini sungguh asik banget!! Semua kayu, tempat duduknya keliling gitu, panggung di tengah, ada yard tempat penonton berdiri. Persis kayak yang ada di film Shakespeare In Love! Kapan ya bisa nonton Antony & Cleopatra atau The Comedy of Errors disini?

tertipu!

Saturday, April 22nd, 2006

Yeah… tertipu mentah-mentah. Obrolan dengan house mate berlanjut pada pencarian di google dan inilah hasilnya:Forbiddenlove

http://www.zmag.org/content/showarticle.cfm?ItemID=6129

atau ini http://www.abc.net.au/am/content/2004/s1179127.htm

Damn… dari pada nipu entah berapa ratus ribu orang pembaca, kenapa Norma Khouri nggak ngaku bukunya memang fiksi? Itu sama sekali nggak mengurangi keindahan ceritanya. Dan tetep ampuh buat kampanye women’s right, kalau memang bener niatnya mau berbuat baik. Hari gini… orang bisa melakukan segala cara demi uang dan popularitas?

honor lost

Tuesday, April 18th, 2006

"I’m not the one who doubts her, Mahmood. Your behavior makes me question whether it’s my daughter’s innocence you doubt or your daughter’s guilt." In this cool and formal exchange, two Arab men were sparring fiercely for their honor.

Honor_lostBerbalut kisah cinta dan persahabatan, Honor Lost sebenarnya berbicara jauh lebih banyak dan dalam soal tatanan sosial atas nama agama di Yordania. Buku ini begitu hidup menggambarkan hal-hal yang tidak terlihat oleh mata tapi terasa di jiwa. Juga secara indah tapi memilukan, mengungkapkan betapa banyak hal yang harus dipendam demi sebuah konsep yang disebut ‘nama baik’.

Norma Khouri, sang penulis, dengan lembut menggandeng saya menelusuri jalan-jalan kota Amman yang berdebu, lalu masuk ke rumahnya, dan berujung di ruang paling pribadinya. Ruang tempat ia selama 25 tahun meredam semua gairah hidup dan pemberontakannya terhadap tradisi yang patriarkis. Terlepas dari kisah hidup dan isi kepalanya yang memang bergejolak, sungguh menarik untuk melihat sesuatu dari ’sisi yang berbeda’.

Memang kita tidak bisa memilih mau lahir dalam suku bangsa apa, keluarga yang seperti apa atau yang memeluk agama apa. Lalu apa kita mau hidup kita seterusnya juga ditentukan oleh hal-hal itu?

bad education

Sunday, April 16th, 2006

Bad_dr_imdb A young boy sexually violated by a priest is nothing new in film industry. Many has been done before. But as far as I’m aware of, nothing beat this work of Pedro Almodovar. I was totally blown away during the whole 106 minutes. The story about an actor wannabe, a director, and a priest was wickedly linked to Ignatio, the boy who was loved and molested at the same time. Very well scripted, dazzling cinematography and surprising twist till the end, La Mala Educacion really deserved to be the first Spanish film to ever get screened at the opening of Cannes Film Festival (the 57th, in 2004). 

Bad Education painfully showed how being loved does not always mean being happy. I felt weirdly scared and somewhat preoccupied after watching this film.   Henderson_1

Two other love stories underlying "Mrs Henderson Presents" and "Proof".  I enjoyed watching them both in a different way. In Mrs Henderson, the most fun part was watching reconstructed London and its theatre in the world war 2 era. Then, of course, comparing some famous spots with how they look today. I got a better Syir_prof_hndr_bad_002sense of how-and-why people describe English as conservative. Judi Dench is the perfect choice for Laura Henderson. She acted almost as brilliant as she did in Iris, my all time favorite.

It seems like "Proof" is a love story between Catherine (Gwyneth Paltrow), daughter of a prominent mathematician and Hal (Jake Gyllenhaal), his father’s ex-student. Being told in a subtle way, it is more about a love between father and daughter. In the middle of this film, you would know where the story goes. Somehow, still so much fun watching how it gets there. Would anyone in real life have the gut to give up her own wonderful life to take care of a grumpy old man? Somehow, watching this made me miss my father.

Syir_prof_hndr_bad_001 Ah, rather boring political film. Syriana. Trying to describe the complexity of the world in one film. A grand idea, but I didn’t really enjoy it. I watched Syriana after some comments in a mailing list and went like "Uum.. yeah. I get what they were rambling about, I can see why they adore it. But well, to be honest, I prefer a more down to earth Lord of War." Hehehe… Good_night

It seems like recently Mr Clooney enjoys playing in and with big ideas.  His widely acclaimed Good Night and Good Luck deals with communist issue in the US three decades ago or so. Maybe he’s trying to get over the romantic guy image… with some success I must say. Thumbs up, Mr Clooney!

insomnia

Saturday, April 15th, 2006

"Insomnia"

I only smoke weed when I need to,
And I need to get some rest, yo, where’s the cess.
I confess, I burnt a hole in the mattress,
Yes, yes, it was me, I plead guilty,
And on the count of three I pull back the duvet,
Make my way to the refrigerator,
One dry potato inside, no lie
Not even bread, jam,
When the light above my head went bam!
I can’t sleep, something’s all over me,
Greasy, insomnia please release me,
And let me dream about making mad love on the heath,
Tearing off tights with my teeth.
But there’s no relief,
I’m wide awake in my kitchen,
It’s black and I’m lonely,
Oh, if I could only get some sleep,
Creaky noises make my skin creep,
I need to get some sleep,
I can’t get no sleep….

(Insomnia lyrics, by Faithless)

dibodohi pendidikan

Friday, April 14th, 2006

Judul posting ini kedengarannya seperti judul buku terbitan Jalasutra, serius dan bikin kening berkerut. Tapi nggak kok… Ini hanya luapan akan apa yang ada di kepala saya setelah 2 term kuliah di Inggris. Goldsmiths01 Nah, serius deh, saya senang kuliah disini karena belajar banyak hal, nambah wawasan banget, kenal sama orang-orang yang hebat secara profesional dan menyenangkan secara personal. Tapiii… rasanya menyebalkan sekali menemukan kita sekarang udah nggak punya kelas lagi. Saatnya bikin production essay dan menyelesaikan tugas akhir yang mesti dikumpul 15 Juni. Sesudahnya, summer break! Dan summer break berarti kita nggak punya akses untuk pinjam alat, nggak ada tutorial, nggak bisa bikin apa-apa… Nothing! Nill!

Rasanya seperti dibodohi, membayar 11.330 pound untuk tuition fees setahun, tapi hanya dapat kelas selama 6 bulan (Oct-March) plus pembimbingan sekedarnya selama 3 bulan (mid March-Mid June). Padahal di-offer mereka tertulis Goldsmiths03_1 college term berakhir sampai 22 Sept 2006! Tapi banyak liburnya!!! Rugi!! Untung dibayari sama British Council, kalo nggak siiih… bete-nya nggak habis 7 turunan kali! Padahal kita-kita yang international students ini membayar 2 sampai 3 kali lipat lebih mahal dari mahasiswa Inggris atau Uni Eropa. International students = college cash cow? Itu isu lama. Yang baru adalah kesadaran bahwa ternyata pendidikan Inggris tidak sebagus yang saya bayangkan.

Ah… Kembalikan uang kami! (loh? kan dibayarin…). Seorang teman bilang,Diwali  nikmati aja, toh libur juga tetep dapet uang saku. Yeah, rite! Masalahnya bukan itu. Seandainya saja selama summer break biarpun nggak ada kelas tapi kita tetap dapat akses ke peralatan sih lumayan, bisa bikin2 karya selama disini… Belum kepikir sih mau bikin apa, tapi pasti adalah.

joga3

Friday, April 14th, 2006

Main bola 3-on-3 di Trafalgar Square, dengan latar belakang patung St. Martin-in-the-field dan tentunya St. Martin Church. Apakah ini pertanda lapangan sepak bola mulai susah dicari di London?  Eits, jangan terburu-buru menyimpulkan. Ini 100_4662adalah bagian dari turnamen Joga3 yg digelar kemarin. Buat yang nggak ngerti sepak bola (menunjuk diri sendiri), permainan ini ternyata seru ditonton. Mungkin karena hanya berlangsung selama 3 menit, 3 pemain, dlm lapangan mini dan nggak ada hasil draw! Dan sepertinya banyak juga yag merasa begitu, buktinya Trafalgar square ruuuaaammmeee banget sumpah!

Nggak cuma turnamen, mereka juga berusaha menyebarkan semangat ‘play beautiful’, arti literal dari ‘Joga Bonito!’. Membaca Manifesto Futebolista itu sungguh sempat bikin senyum-senyum sendiri. "Arguing is for politicians." Hehehehe… bener banget. Di lapangan bola sih ya main bola aja, nggak usah pake arguing. Nah, kalau diving? Masa diving di kolam renang… apa asiknya? Capek-capek nyelem cuma liat porselen kotak-kotak!! Huuu… Diving sih di lauuuut! Cari yang taman lautnya bagus, baru seru!100_4667

Anyway, thanks to Citra yang selalu siap siaga dengan kameranya dan memfoto Joga3 ini. Ada sih beberapa foto di HP, tapi sesampainya dirumah ada pertanyaan besar, gimana cara memindah file dari phone memory ke komputer? (HP-nya nggak pakai memory card). Alhasil, sampai sekarang beberapa foto spektakuler masih tertahan di HP.

mendung bow

Wednesday, April 12th, 2006

Rabu_001Ah, rumor tentang London’s weather terbukti sudah. Itu dia langit dari jendela kamar siang ini. Padahal tadi, sejam yang lalu kira-kira, masih terang benderang (sayang nggak terpikir utk foto). Nggak tau deh sejam lagi bakal gimana. Padahal ajakan Desp_housewives_002Citra, Citta dan Sly untuk ke Kew Garden sangatlah menggoda. Tapi kok mendung yaa… mana kepala senut-senut dan hidung bersin-bersin. Hmmm… mungkin harus terima nasib tinggal dirumah dan mulai mengerjakan essay. Essay? What essay? (denial teruuuuusss!)

Eh, ada Desperate Housewives 2nd session, lengkap lhow! Aduh, jadi tergoda… dum didam didum… Ini serial TV gila, setiap tokohnya sakit jiwa tapi jaim. Very well scripted!

Tanah merah Papua

Tuesday, April 11th, 2006

Ps_ibu_jongkok Papua dengan tanahnya yang merah, hutannya yang basah dan orang-orangnya yang ramah, selalu menarik untuk ditengok kembali. Di foto ini memang tanahnya keliatan item, tapi ini kan dipasar, udah polusi dan banyak ketumpahan oli. Di hutan tempat orang-orang menggali dan menambang emas secara liar, tanahnya merah loh… Malah ada daerah yang namannya kab. Tanah Merah. Di dekat Merauke ada juga daerah namanya Tanah Miring. Tapi disitu nggak jelas, sebelah Ps_cabe03_2mana yang miring. Soalnya waktu kesana baik-baik aja tuh, tetap bisa tegak berdiri!

Di Tanah Miring itulah tempat Mantri Alimin bertugas. Mantri ini ramah, kocak dan punya segudang cerita. Pernah suatu hari kedatangan pasien yang mengeluh sakit tapi nggak jelas sakit apa. Si pasien ngotot minta disuntik. Well, kata Mantri pasiennya merasa nggak diobatin kalau nggak disuntik. Padahal waktu itu  stok obat Mantri habis dan pembagian jatah obat dari DinKes telat. Ya udah, dari pada pasiennya nggak mau pulang kalau nggak disuntik, jadilah Mantri nyuntik dia dengan vitamin B12! Hehehehe… Lumayanlah, paling nggak ada efek placebo, pasiennya tersugesti dia udah diobatin dan akan segera sembuh.

Sebenarnya agak miris setiap kali dengar cerita tentang orang Papua di tanah mereka. Seolah mereka sekarang, kebanyakan, nggak menjadi tuan rumah di tanahnya sendiri. Semoga kesan ini salah.