wal mart
Tuesday, April 25th, 2006
"Wal Mart, The High Cost of Low Price".
Judul film ini sepintas kaya tag line iklan property nggak sih? Anyway, bareng Citra nonton film ini di Oktober Gallery, sekitar Russel Square (kenapa juga tempat itu namanya Oktober Gallery, kenapa nggak January Gallery, kan rhyme-nya bagus gituuuh?). Dokumenter ini, seperti The Corporation, bikin kita mikir "Gila ya, kok tega orang-orang itu mengeksploitasi karyawan dan tipu sana-sini demi nambah keuntungan setengah persen? Kan bos-bos Wal Mart itu udah pada kaya raya… CEO-nya aja punya jet pribadi!"
Bayangin kerja di korporasi tanpa tunjangan kesehatan, uang lembur sering nggak
dibayar, kalau protes ancamannya dikeluarin. Bete nggak sih? Itu karyawan Wal Mart di Amerika, masih mending. Lah, buruh pabrik di Cina, Bangladesh dan Honduras yang bikin barang untuk dijual di Wal Mart lebih ngenes lageee… Kerja rodi 7 hari seminggu, dari jam 8 pagi sampai 10 malam, tidur di asrama kayak ‘kotak sabun’, gajinya yang perhari nggak sampai 3 USD itu masih dipotong bayar asrama, listrik & air. Mendingan nyangkul di sawah!
Setelah tahu gimana mereka mengeksploitasi karyawannya sebegitu rupa, masih tega nggak belanja di Wal Mart, yang di UK berbaju ASDA?















