aftershock
Tuesday, May 30th, 2006Pagi tadi, jam 10an udah siap menari-nari dengan scissor hands di dalam edit suite. Deretan klip menanti untuk diberi subtitle, lalu perangkat protools untuk sound mixing menunggu dikulik. Tiba-tiba ‘beeeep’, ada sms masuk. "Gempa lagi di Sumbar dan Wamena, 9.7 richter." Haaah? Apaaa?
Nggak cukup gempa di Yogya Sabtu kemarin? *turut berduka untuk warga Yogya dan semua yang terkena musibah ini, semoga relief dan recovery-nya lancar*
Waduh, panick attack. Gimana bokap-nyokap? Masa sih 9,7 di Wamena? Usaha telfon dan sms tidak membuahkan hasil. Oooh… langsung nggak konsen mau ngapa-ngapain. Semoga semua baik2 saja *praying hard*. Cabut dari edit suite, cari internet, browsing. Terus kirim2 sms cari tahu lebih lanjut.
Ah, menjelang siang baru dapat kepastian, gempanya jauuuh ditengah laut. Agak lega sedikit. Tapi… Entahlah. Rasanya segala kegelisahan jadi berlipat saat jauh dari orang-orang tercinta. Rasa tentram jadi mudah terusik. Kedamaian jadi sesuatu yang rapuh.


