jodoh

August 11th, 2006 by swastika

Bener kata orang tua. Kalau jodoh tak kan kemana. Impulsif, pas chatting sama Clock_1 Citra (nama tidak disamarkan) tiba2 dia kasih link eBay utk jam yang menurutnya keren. Mayan sih, warna birunya cukup memikat, tapi kurang "greng". Eh, browse sana sini, kok dari seller yang sama ada jam lain yang keren… Hmm… Jadi deg-degan! Satu dua klik kemudian, jadilah minta tolong Citra nge-bid! Saya pasrah, kalo dapet seneng, kalo ke-outbid ya udah.

Eh, ternyata, 10 menit kemudian: "You WIN!" Oh? Jadi? AAAH.. Jam baru! Yay!!

job

August 11th, 2006 by swastika

My I-ching said: "Are you tempted to take this job and leave it? You can make the situation better. It helps if you start thinking of this job as a stepping-stone in your career. Your attitude is key to changing your life."

And I replied: "Which job? What job? Are you kidding me?!? I’ve been searching high and low in this pricey town, but still nothing good comes within my sight! Hhhh!"

Keeping my fingers crossed!

paranoia

August 10th, 2006 by swastika

Hadoh! Ribet bener hidup di negeri paranoid ini. Ditengah-tengah bantuin temen syut film pendek horrornya, lunch break, lalu nonton TV dan liat berita kekacauan di Heathrow. Polisi Inggris mengaku telah mengendus dan menggagalkan rencana pengeboman 10 pesawat! Hebat, banget! Mengingat catatan prestasi polisi Inggris yang selama ini konyol. Salah tembak orang, salah tangkep orang hanya karena dia muslim dan berjenggot… Ilus_stillettoparah lah.

Nah, prestasi hebat mereka berbuntut dibatalkannya nyaris semua penerbangan hari ini. Dan ada aturan baru, di kabin penumpang pesawat hanya boleh bawa dompet (serta isi seperlunya), obat pribadi, dan kaca mata di dalam TAS PLASTIK transparan! Yak… Jadi kita bakal masuk ke pesawat nenteng tas kresek (yang dibagikan petugas bandara). Nggak boleh bawa segala tas tangan (apalagi ransel), buku, kamera, HP, air minum apalagi lap top. Bahkan penumpang yang bawa bayi pun harus mencicipi susu buat bayinya di depan petugas! Gokil! Edan!

Ini gara-gara calon aksi bom yang digagalkan itu konon ngumpetin bom cair dalam botol minum dan detonator dalam casing camera digital. Akibatnya semua penumpang kena getahnya. Sebelum naik pesawat, seluruh badan penumpang akan diperiksa manual, alias diraba-raba, baju, saku sampai ke sol sepatu! Hm… kalo pakai stiletto apa iya sol sepatunya mesti dibuka? Bisa gitu ngumpetin bom di dalam high heel yang lancip itu? Hrrrggghhh….Ilus_girls_bikini

Terus keliman baju mau di periksa juga? Sekalian aja traveling pakai bikini! Dan waktu yang kepake buat security check itu lho! Antreannya hari ini sampe ratusan meter! Heraaaan… Makin hari segala sesuatu bukannya makin efisien, malah makin kacaw! Mau jadi apa negara ini! Siapa suruh ngirim tentara ke Irak, ngeback up Israel, perang sana-sini, sekarang paranoid sendiri seolah2 seluruh dunia mau ngebom negeri ini!

random rants

August 8th, 2006 by swastika

Ilus_flower Nggak ada apa-apa, random rant aja, semata karena ingin posting. Setelah Angel-A ternyata sudah ada 8 hari saya nggak nonton film di bioskop (nonton DVD tetep ada, nggak diitung ah). Hebat. Prestasi. Lho kok? Yah, gitu deh.

Saya nggak artikulatif sekali akhir-akhir ini. Terbukti posting ini nggak jelas maunya apa. Bukti lain, saya belum juga mulai beneran ngetik essay. Heran. Sesuatu yang random bisa menjadi harmonis lho. Nggak percaya? Coba sesekali diving (di tempat yg ada taman lautnya ya, jangan di kolam renang. Karena diving mahal dan repot, bisa juga nonton Discovery channel atau National Geographic yang edisi under water), dan lihatlah. Di dasar laut semuanya terserak begitu saja, random, tapi sangat indah dan harmonis…

genk kobra

August 5th, 2006 by swastika

Hohoho… sudah sejak kemarin saya nggak habis2nya ketawa2 sendiri di kamar. Dan Genk Kobra harus bertanggung jawab atas korsletnya otot mulut saya karena kebanyakan ketawa! Ini band hillarious banget!! Lima cowok dari Solo tapi konon sering nongkrong di Yogya yang nggak hanya jenaka dalam gayanya ngebawain lagu-lagu mereka, tapi liriknya itu lho… dahsyat!

Genk_kobraBanyak penggalan liriknya yang membawa saya kembali ke masa kecil, masa dimana setiap siang pulang sekolah disambung dengan main bekel, karet, sundamanda, atau main ke tanggul di pinggir kali, motong dan makan tebu di kebun orang, ngrusuhin orang mancing, ngejar layangan putus, manjat pohon talok dan macem2lah… hehehe… Ini nih sedikit lirik gila Genk Kobra:

"Ono teklek kecemplung kali, timbang golek aluwung bali. Iwak cilik jenenge teri, wani nglirik ra wani rabi. Dino sloso tuku semongko, dino rebo tuku nongko. Uwis tuwo kok ngaku joko, jebulane anak’e limo."

Kata Kompas mereka ini berusaha menampilkan genre musik campursari gaya baru melalui album keduanya, Sithik Eding. Pada Sithik Eding, citarasa campursari sangat kental pada lagu Sithik Eding (artinya: masing-masing kebagian sedikit) dan Ngayogjokarto yang diambil dari album pertama mereka.

Apapunlah, terserah mau di review gimana juga, saya terlanjur kepincut sama Genk Kobra! Kalau mau dengerin gimana mereka mengocok perut saya, ada disini. (Spawn, boleh ya saya link ke multiply-mu? Boleh dooong… hehehe.. Thanks).

Btw, foto itu saya dapatkan dari sebuah website dangdut berbahasa Jepang yang koleksi dangdutnya terlihat cukup mumpuni dan entah gimana, juga memuat poster film GIE! Huahahahaha…

angel-a

July 30th, 2006 by swastika

Angela2 Gimana rasanya didatangi angel (malaikat?) dalam rupa cewek cantik, i’d kill for body, pakai slip dress mini? Nggak cuma cantik, angel yang menyebut dirinya Angela ini juga jagoan, tendangannya maut, baik hati dan nolongin lo dari ancaman debt collector berkali-kali. Too good to be true, eh? Makanya si Jamel yang lagi kelilit utang itu setengah percaya setengah nggak kalau Angela itu bener2 malaikat penolongnya.  Dan Jamel tentu minta Angela membuktikan kalau dirinya bener-bener Angel. Apa yang dilakukan Angela? Dia ngeliat ke batang rokoknya yang nyaris habis, lalu cuma dengan diliatin aja, jadi utuh lagi, rokok baru lagi! Hehehehe… komik abis! Ini film memang maunya komedi, rada absurd tapi kocak. Not a must see, unless you claim yourself a Angelamovie freak.

Sinematografinya bagus… Luc Besson kayaknya sengaja bikin hitam putih biar terasa nuansa fantasinya. Ditambah lagi cara ngenalin karakter Jamel, pas close up Jamel di freeze dan ada voice over gitu. Hihihi… komiklah! Mungkin karena hitam putih ya, atau mmg sinematografernya jago, Paris jadi keliatan indaaah banget di film ini. Dan endingnya, manstaf! *wooops.. spoiler alert*

21 Jump Street Alumni

July 28th, 2006 by swastika

Niat yang tadinya mau nonton Pirates of the Caribbean nambah jadi nonton Little Fish juga. Soalnya kecewa berats sama Pirates. Huh! Film berpanjang-panjang tak keruan, selama 2,5 jam ngeliatin Pirates_deppmahluk2 berlendir-berkerang-bertentakel-karatan! Bisa lebih menarik kalau dibuang sekitar 30an menit, dan tentakel si gurita dari dasar laut itu kan nggak perlu muncul berkali-kali. Penonton udah ngerti kalau dia dasyat banget hanya dengan 1 adegan menelan kapal utuh. Bener-bener cuma karena Johny Depp aja film ini ketolong. Scenes yang nggak ada Captain Jack terasa ngebosenin. Atau ini sindrom trilogi, dimana film kedua biasanya adalah yang paling nggak menarik? (Eh, pengecualian buat Lord of the Ring. The Two Towers menarik banget, paling menarik malah!).

Little_fish_1 Untung Little Fish keren abis! Jadi nggak berasa rugi jauh-jauh main ke Chelsea  buat nonton. Rowan Woods really did a great job! Rasanya, nebak nih, pas nulis scriptnya sang script writer udah punya bayangan, siapa akan memerankan karakter apa. Lah, Aktres dan aktor ngetop asal Australia dikumpulin, dibawa pulang kampung untuk shooting film ini… Hebat. Cate Blanchett main bagus banget (inget Veronica Guerin? Cate mmg bagus siy…). Kata Sly, Cate bener-bener keliatan kayak cewek desperate yang kerja di toko penyewaan CD/DVD. Yak setuju. Selain itu kekuatan film ini ada di shot-shotnya yang sederhana, sangat nyata, jauh dari kesan pretensius atau Dustin_1mencoba hebat. Dan sangat emosional.

Cast yang lainnya juga manstaf. Sam Neill, Hugo Weaving dan Dustin Nguyen! Hahahaha…. abis nonton Johny Depp terus liat Dustin Nguyen!! Serasa nonton film alumni pemain 21 Jump Street!!! O’ those good old days!

2 breaks

July 23rd, 2006 by swastika

I went through 2 breaking moments today, and they got worse as time passed. Hehehe.. udah, jangan serius gitu bacanya. Breaking moment pertama, nonton The Break-Up. Film ini nyeritain hubungan cewek-cowok yang sehari-hari. Sederhana banget. Emosi dan dialognya ngalir gitu aja, enak ditonton walaupun nggak ada yang istimewa. Lucu, ngeselin, manis campur aduk jadi satu.

Break_upVince Vaughn meyakinkan banget jadi cowok nyebelin! Wahai para cewek, banyangin nih ya, kerja dari pagi sampe sore, pulang terus masak makan malam buat mereka berdua plus 7 orang tamu. Nah, si cowoknya pulang bukannya bantuin malah nonton TV. Sesudah makan, diminta bantu cuci piring eh, malah marah-marah! Hhhhhh…  And the story unfold. Brooke dan Gary terpaksa tetap tinggal bareng setelah putus sampai apartment mereka laku terjual. Biasalah, saling manas-manasi. Brooke dijemput kencan sama cowok, eh, Gary gak mau kalah, bikin strip party di rumah! Kalau kata Sly, intinya dua orang itu saling jual mahal! Storm_worstreviews

Kelar nonton ini, apa udah puas? Belum dooong… Masuklah kita ke teater sebelah, menikmati breaking moment yang kedua, Stormbreaker. Dan sodara-sodara, this film was really breaking my mood! Sumpah mati jelek banget nget nget! Seperti saat nonton film Korea nggak jelas beberapa waktu lalu, kami berdua sepanjang film sibuk sendiri ketawa dan komentar sana-sini yang sumpah nggak penting banget!

Sotrm Sly: "Hadoh ini siapa sih sutradaranya, busuk banget! Karakternya komik kok musiknya dibikin serius. Mau sok gagah tapi jadinya nggak nyambung! Padahal yang main top-top lho! Kok pada mau sih mereka main film kacang kayak gini?!?!"

Tika: "Kan mereka dibayar…" *hehehe… best answer to end a discussion, uh*  Dan film adaptasi dari novelnya Anthony Horowitz ini masih akan dibikin sequelnya lhow! Kalau masih pake sutradara yang sama sih namanya nekaaaat! Ternyata nggak cuma sinetron Indonesia aja yang suka latah ngikutin trend. Lah Stormbreaker ini juga kan ngikutin trend memfilmkan novel fantasy setelah Harry Potter, Narnia dan Lord of the Ring. Tapi kalo berharap ngikutin suksesnya Harry Potter, apalagi Lord of the Ring, itu sih ngimpi kali yeee…

(The Break-Up pic was taken from darkhorizons.com, Stormbreaker taken from worstreviews.com. See? I’m not the only one giving worst review on this crap!)

phantom

July 22nd, 2006 by swastika

Phantom_poster Chatting sama Citra tadi pagi mengingatkan saya pada Phantom of the Opera. Apakah Citra mirip Christine, si tokoh perempuan dlm cerita itu? Nggak dong. Apa karena Citra jago nyanyi opera? Nggg.. belum pernah denger dia nyanyi (dan nggak berani nyoba dengerin sih. Ngeri trauma). Simply karena dia tanya, bagus nggak?

Pertanyaan standar yang biasar terlontar abis kita nonton sesuatu. Tapi kok rada susah njawabnya. Musiknya tentu baguuuus banggets! Ini sih udah jelas ya. Play nya? Mmmh… penilaian jadi rada bias karena udah nonton dan suka sama filmnya. Nah, ekspektansi jadi tinggi dooong. "Wah, nonton live pasti keren banget nih!" Kira-kira gitu. Memang bagus, banget. Actor dan actressnya top banget dah! Props, jangan ditanya, dahsyat! Tata panggung, memukau! Apalagi pas chandeliernya tau-tau jatuh ke atas penonton di depan panggung! DEG!! Rasanya jantung sempat mau copot!! Phantom_stageUntung berenti beberapa senti dari kepala para penonton itu… Sempat bertanya dlm hati, pernah nggak ya ternyata jatuh beneran?!? Hiii… syereeem!

Tapi pas keluar gedung opera, perasaan puasnya nggak se-nendang (apa sih?) waktu selesai nonton Les Miserables. Apa yang kurang? Menurut Gabriel Luz de Luna Les Miserables jadi lebih menarik karena ceritanya kolosal, ada revolusinya etc sementara Phantom ya ttg Christine dan mas Phantomnya itu. Mungkin aja. Atau karena… karena apa ya? Ada yg tau? Ah, sudahlah. Nikmati aja.

atomised

July 21st, 2006 by swastika

AtomisedKelar nonton film ini yang tersisa adalah mixed feeling. Complicated. Dua orang laki-laki dewasa bersaudara tiri, yang satu matematikawan jenius yang akhirnya nemuin formula human cloning, satunya lagi guru sastra sekolah menengah yang yaah… mediocre gitu lah.

Si matematikawan ini sangat menjauhi seks (makanya berusaha bikin rumus untuk reproduksi manusia tanpa harus berhubungan seks), Brunosementara si guru sastra sangat terbuka, menyukai bahkan cenderung terobsesi dengan seks. Nah, paradoks kan? Seru kan? Hehehe… Tokoh guru sastra ini dimainin aktor yang main di Run Lola Run (lupa namanya. siapa ya..).

Semua berawal dari ibu mereka yang trippy hippy, alias penganut paham kebebasan yang kebablasan. Nggak mau ngurus anak, karena ingin menikmati hidup. Lalu kedua anak ini dewasa. Melalui flashback saat sesi treatment psikologis, terungkaplah cerita masa Elementarteilchenkanak-kanak sampai remaja mereka. Hohoho… Penuh gejolak.

Film Jerman yang judul aslinya susah di sebut ini, (Elementarteilchen gitu… dwoh!) sekilas bercerita tentang seks, attitude tokoh-tokohnya terhadap seks. Tapi sebenarnya tema besarnya adalah tentang kehilangan. It’s about losing the loved ones and how to handle it. Endingnya sangat menyentuh. *beep… spoiler alert*